Senin, 01 September 2014

Cerita Keretaapi

<p style="line-height: 100%; margin-top: 0; margin-bottom: 0" align="center">
            <a target="_blank" href="http://www.soalcpns.com/?id=Dinoto">
            <img border="0" src="http://www.soalcpns.com/images/soal-soal-cpns.gif" width="600" height="125"></a><p></p>
             
             
              
Banyak cerita yang saya sempat tulis tentang keretaapi, berdasarkan data dan fakta yang langsung didapat dari pengalaman berbulan-bulan hidup sebagai anak lokomotif.

Anak lokomotif?  Tentu di era kepemimpinan Pak Jonas sekarang, jangan harap bisa dech....

Tahun 2000 dan 2001 setiap pagi sebelum subuh, bersama ratusan penumpang lain menunggu keretaapi elite sampai yang ekonomi kalau terpaksa.  Berebut menumpang di lokomotif.  Sorenya, menjelang maghrib sudah harus di Stasiun Jatinegara, menunggu masinis yang berani memasukkan kami sebagai penumpang gelapnya.

Kadang-kadang juga jadi penumpang gelap KA Parahyangan, kalau di keretaapi ini biasanya saya sendiri.  Masinis Bandung-Jakarta sering menolak ditumpangi.  Tetapi, mungkin karena sangat langka, naik lokomotif keretaapi naik-turun gunung sangat mengasyikan.

Suatu kali, pada perjalanan pagi dari Bandung ke Jakarta, keretaapi mogok di tengah jembatan Sasaksaat....  Angin bertiup sepoi, ular besi menggerinjal-gerinjal, uih.... hanya do'a yang bisa terucap, semoga semua penumpang asyik bermimpi.

Cukup saya melihat kesigapan masinis dan mekanik yang naik ke atas lokomotif, dengan cekatan memperbaiki mesin.  Alhamdulillah bisa jalan....

Tetapi satu dua meter kemudian, mati lagi.  Angin bertambah kencang.....  Perlahan membawa keretaapi menuruni rangkaian besi menuju stasiun terdekat. 

Mesin mati dan tetap tidak hidup.....

Bukan hanya pengalaman yang menantang, sebagai orang terdekat dengan masinis, saya juga bisa mengamati seisi lokomotif.  Mulai dari perlengkapan sampai berbagai aturan yang lebih banyak tinggalah zaman penjajah.

Oleh karena itu, pengalaman hidup bersama keretaapi ini saya khususkan dalam blog tersendiri.

Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar