Alhamdulillah, kenyamanan
keretaapi akhir-akhir ini bisa kita rasakan bersama. Salah satu keberhasilah dari kepemimpinan
Ignasius Jonan dalam men-CHANGE segala kondisi yang ada.
Tidak adalagi perebutan
tempat duduk, gangguan kenyamanan oleh pengasong dan cleaning service liar, dan
berbagai ketidaknyamanan layaknya diinginkan setiap penumpang.
Tetapi....
Kebijakan Pak Jonan juga
menyebabkan berbagai pengalaman yang pernah saya alami, berdiri berdesakan di
lokomotif keretaapi tidak dapat ditemui lagi.
Termasuk menikmati keindahan alam sekitar dari lokomotif secara
penuh. Apalagi mengamati setiap isi lokomotif
dan kondisi perlengkapannya.
Tetapi....
Perubahan total di PT
Keretaapi telah membuat kita, para penumpang yang sebenarnya, lengkap dengan
hak menikmati pelayanan dan pemandangan yang disajikan.
Salah satu diantaranya
adalah pemandangan khas Parahyangan, yang bukan hanya bisa dinikmati oleh
penumpang Jakarta-Bandung. Masyarakat Cirebon
dan Indramayu pun bisa memandang indahnya pemandangan tersebut dengan Keretaapi
Ciremai.
Padahal sebelumnya,
hampir saja jalur besi yang mengitari gunung dan menembus goa itu jadi museum
terpanjang di dunia.
Kecelakaan keretaapi pun
dapat ditekan sedemikian rupa, karena penyelesaian permasalahan langsung kepada
intinya. Bukan hanya “human error”
sebagai alasan, kondisi fisik rel dan kelengkapannya, lokomotif beserta sarana
penunjangnya, ...., sampai perilaku orang dalam yang selama ini menggerogoti
perusahaan yang luar biasa banyak asetnya ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar