Selasa, 09 September 2014

Keretaapi Kini....



Alhamdulillah, kenyamanan keretaapi akhir-akhir ini bisa kita rasakan bersama.  Salah satu keberhasilah dari kepemimpinan Ignasius Jonan dalam men-CHANGE segala kondisi yang ada.

Tidak adalagi perebutan tempat duduk, gangguan kenyamanan oleh pengasong dan cleaning service liar, dan berbagai ketidaknyamanan layaknya diinginkan setiap penumpang.

Tetapi....

Kebijakan Pak Jonan juga menyebabkan berbagai pengalaman yang pernah saya alami, berdiri berdesakan di lokomotif keretaapi tidak dapat ditemui lagi.  Termasuk menikmati keindahan alam sekitar dari lokomotif secara penuh.  Apalagi mengamati setiap isi lokomotif dan kondisi perlengkapannya.

Tetapi....

Perubahan total di PT Keretaapi telah membuat kita, para penumpang yang sebenarnya, lengkap dengan hak menikmati pelayanan dan pemandangan yang disajikan.

Salah satu diantaranya adalah pemandangan khas Parahyangan, yang bukan hanya bisa dinikmati oleh penumpang Jakarta-Bandung.  Masyarakat Cirebon dan Indramayu pun bisa memandang indahnya pemandangan tersebut dengan Keretaapi Ciremai.



Padahal sebelumnya, hampir saja jalur besi yang mengitari gunung dan menembus goa itu jadi museum terpanjang di dunia.

Kecelakaan keretaapi pun dapat ditekan sedemikian rupa, karena penyelesaian permasalahan langsung kepada intinya.  Bukan hanya “human error” sebagai alasan, kondisi fisik rel dan kelengkapannya, lokomotif beserta sarana penunjangnya, ...., sampai perilaku orang dalam yang selama ini menggerogoti perusahaan yang luar biasa banyak asetnya ini.

Tulisan yang ada di blog ini kebanyakan adalah tentang masa lalu keretaapi, yang tentu saja tidak dapat diulang kembali tetapi dapat dijadikan bahan pelajaran untuk perbaikan selanjutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar