Belum hilang rasa duka puluhan keluarga para korban yang tewas pada
kecelakaan keretaapi beberapa minggu yang lalu. Tadi malam sebuah SMS
datang tak diundang, sebuah informasi tentang anjloknya keretaapi di daerah
Telagasari.
SMS lain dari rekan wartawan Medikom yang rumahnya tak jauh dari
lokasi mengabarkan bahwa kejadian tragis itu terjadi sekitar pukul 3 sore
hari. Pesan pendek teman wartawan Sindo lebih mengejutkan tentang
tewasnya salah satu korban.
Kabar di dunia maya lebih mengejutkan, ada 4 orang tewas dalam
kecelakaan yang tak jauh dari tanah air kecilku itu. Walau akhirnya
pemberitaan itu diralat namun cukup sudah menyayat hati pembaca, terutama para
keluarga pempang Keretaapi Cirebon Ekspres (Cireks) jurusan Gambir–Cirebon yang
berangkat beberapa jam sebelumnya.
Ternyata keluarnya 7 gerbong keretaapi dari rel sekitar 500 meter
sebelum Stasiun Telagasari, Kecamatan Lelea, Indramayu, kemarin (9/11) itu
bukan kejadian mengerikan pertama hari itu. Sekali lagi, hari itu!
Beberapa jam sebelumnya, satu keretaapi juga mengalami kejadian
serupa. Di Jember, tepatnya di Dusun Jurojur, Desa Sumbersalak, Kecamatan
Ledokombo, Keretaapi Probowangi jurusan Probolinggo–Banyuwangi mengalami
kecelakaan sekitar pukul 09.55. Loko bernomor seri BB 30305 yang menarik
tiga gerbong itu anjlok di KM 13 + 300-400.
Bersyukurlah bahwa tidak ada korban jiwa ataupun luka dalam kejadian
tersebut. Namun kecelakaan keretaapi selalu identik dengan kerugian
material yang tidak pernah sedikit.
Akankan kedua kejadian itu menggerakkan hati Menteri Perhubungan
untuk kembali menyalahkan “anak buahnya” ? Semoga tidak semudah
melemparkan batu untuk segera sembunyi tangan.
Terlalu banyak masalah teknis perkeretaapian yang selalu aman tak
tersentuh karena biang kerok kecelakaan selalu ditumpahkan pada manusia.
Oleh karena itu, sekalipun manusianya diperbaikipun kecelakaan keretaapi masih
berangkai seperti gerbong yang terus sambung-menyambung menjadi satu.
Semoga arus berpikir para pengambil kebijakan berubah menjadi
kebajikan bertindak, sehingga Masinis KA Cireks Dadang, Kondektur Soleh, dan
Masinis Dua Didin yang menjalani pemeriksaan di kepolisian tidak harus menjadi
korban baru. Para kambing hitam kecelakaan keretaapi yang tidak pernah
diatasi masalah intinya!
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar