Rabu, 10 September 2014

Lagi-lagi Kecelakaan Keretaapi



Belum hilang rasa duka puluhan keluarga para korban yang tewas pada kecelakaan keretaapi beberapa minggu yang lalu.  Tadi malam sebuah SMS datang tak diundang, sebuah informasi tentang anjloknya keretaapi di daerah Telagasari.

SMS lain dari rekan wartawan Medikom yang rumahnya tak jauh dari lokasi mengabarkan bahwa kejadian tragis itu terjadi sekitar pukul 3 sore hari.  Pesan pendek teman wartawan Sindo lebih mengejutkan tentang tewasnya salah satu korban.

Kabar di dunia maya lebih mengejutkan, ada 4 orang tewas dalam kecelakaan yang tak jauh dari tanah air kecilku itu.  Walau akhirnya pemberitaan itu diralat namun cukup sudah menyayat hati pembaca, terutama para keluarga pempang Keretaapi Cirebon Ekspres (Cireks) jurusan Gambir–Cirebon yang berangkat beberapa jam sebelumnya.

Ternyata keluarnya 7 gerbong keretaapi dari rel sekitar 500 meter sebelum Stasiun Telagasari, Kecamatan Lelea, Indramayu, kemarin (9/11) itu bukan kejadian mengerikan pertama hari itu.  Sekali lagi, hari itu!

Beberapa jam sebelumnya, satu keretaapi juga mengalami kejadian serupa.  Di Jember, tepatnya di Dusun Jurojur, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Keretaapi Probowangi jurusan Probolinggo–Banyuwangi  mengalami kecelakaan sekitar pukul 09.55.  Loko bernomor seri BB 30305 yang menarik tiga gerbong itu anjlok di KM  13 + 300-400.

Bersyukurlah bahwa tidak ada korban jiwa ataupun luka dalam kejadian tersebut.  Namun kecelakaan keretaapi selalu identik dengan kerugian material yang tidak pernah sedikit.

Akankan kedua kejadian itu menggerakkan hati Menteri Perhubungan untuk kembali menyalahkan “anak buahnya” ?  Semoga tidak semudah melemparkan batu untuk segera sembunyi tangan.

Terlalu banyak masalah teknis perkeretaapian yang selalu aman tak tersentuh karena biang kerok kecelakaan selalu ditumpahkan pada manusia.  Oleh karena itu, sekalipun manusianya diperbaikipun kecelakaan keretaapi masih berangkai seperti gerbong yang terus sambung-menyambung menjadi satu.

Semoga arus berpikir para pengambil kebijakan berubah menjadi kebajikan bertindak, sehingga Masinis KA Cireks Dadang, Kondektur Soleh, dan Masinis Dua Didin yang menjalani pemeriksaan di kepolisian tidak harus menjadi korban baru.  Para kambing hitam kecelakaan keretaapi yang tidak pernah diatasi masalah intinya!

Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar